Blog
Cara Menerima Pembayaran lewat WhatsApp dan Instagram (Social Commerce)

Sebagian besar penjualan UMKM hari ini terjadi di ruang obrolan: pelanggan bertanya lewat WhatsApp, komentar di Instagram, atau DM setelah melihat sebuah produk. Masalahnya, saat pelanggan sudah siap bayar, alur transaksinya sering berantakan—transfer manual, kirim bukti struk, lalu Anda cek mutasi satu per satu. Cara terima pembayaran WhatsApp yang lebih rapi adalah dengan mengirim satu tautan pembayaran (payment link): pelanggan tinggal klik, memilih QRIS atau Virtual Account (VA), lalu membayar. Anda pun tahu status pembayarannya secara otomatis, tanpa harus mencocokkan nominal transfer.
Artikel ini menjelaskan cara kerja social commerce berbasis payment link, langkah praktis menyiapkannya, dan bagaimana memantau pembayaran lewat dashboard maupun webhook.
Kenapa Payment Link Cocok untuk Jualan di Chat
Berjualan lewat chat dan media sosial punya karakter berbeda dari toko online konvensional. Anda tidak selalu punya website, katalog dinamis, atau keranjang belanja. Yang Anda punya adalah percakapan satu-per-satu dengan calon pembeli. Di situlah payment link unggul:
- Satu URL untuk satu tagihan. Anda tetapkan nominal dan deskripsi, sistem membuat link, lalu Anda tempel di balasan chat. Tidak perlu koding.
- Pelanggan memilih metode sendiri. Di halaman checkout, pembeli bisa memilih QRIS (scan dari aplikasi mana pun) atau Virtual Account bank. Anda tidak perlu menegosiasikan "transfer ke bank apa".
- Rekonsiliasi otomatis. Karena setiap link terhubung ke satu transaksi, Anda langsung tahu tagihan mana yang sudah lunas—tidak ada lagi drama "kirim bukti transfer".
- Tidak ada bayar-telat yang membingungkan. Link QRIS berlaku 60 menit dan VA berlaku 24 jam; setelah itu otomatis kedaluwarsa. Ini melindungi Anda dari pembayaran yang masuk jauh setelah stok sudah dijual ke orang lain.
Perlu diketahui, BorderPay adalah lapisan teknologi (software) di atas mitra Payment Gateway yang berlisensi Bank Indonesia. Artinya pemrosesan dan penyimpanan dana dilakukan oleh mitra berlisensi, sementara BorderPay menyediakan antarmuka pembuatan link, dashboard, dan notifikasi yang membuat alur di atas jadi mulus.
Langkah Terima Pembayaran WhatsApp dengan Payment Link
Berikut alur umum dari sisi Anda sebagai penjual. Untuk menerima uang sungguhan, Anda perlu menyelesaikan verifikasi identitas usaha (KYC) terlebih dulu. Sebelum itu, Anda tetap bisa mencoba seluruh alur di mode test/sandbox sejak hari pertama.
- Daftar akun dan lengkapi data usaha. Tidak ada biaya pendaftaran maupun langganan—biaya hanya muncul saat ada transaksi. Rincian biaya bisa Anda lihat di halaman pricing.
- Selesaikan KYC agar bisa menerima dana nyata. Selama menunggu, gunakan mode test untuk memastikan alur berjalan sesuai harapan.
- Buat payment link dari dashboard. Isi nominal, nama produk, dan (opsional) data pembeli.
- Kirim link ke pelanggan lewat WhatsApp, DM Instagram, kolom komentar, atau bio. Satu URL bisa Anda salin ke mana saja.
- Pelanggan membayar di halaman checkout dengan QRIS atau VA.
- Cek status di dashboard, atau terima notifikasi otomatis lewat webhook (dibahas di bawah).
Jika Anda sering menagih pelanggan yang sama atau ingin menempelkan tombol bayar di halaman toko sederhana, ada juga opsi Embed Checkout—cukup tempel satu potongan snippet. Untuk kebutuhan yang lebih dalam (misalnya membuat tagihan otomatis dari sistem Anda), tersedia REST API. Perbandingan kapan memakai link versus API dibahas di artikel Payment Link vs API.
Menaruh Link di WhatsApp dan Instagram
Setiap kanal punya cara terbaiknya sendiri untuk membagikan link pembayaran:
| Kanal | Cara menaruh link | Catatan |
|---|---|---|
| Kirim langsung di chat, atau lampirkan di WhatsApp Business (katalog/pesan cepat) | Gunakan pesan cepat agar tak mengetik ulang | |
| Instagram DM | Tempel URL di balasan pesan | Link di DM dapat langsung diklik pelanggan |
| Instagram Story/Bio | Pakai stiker link atau tautan di bio | Cocok untuk 1 produk andalan atau promo |
| Komentar/Caption | Arahkan pembeli untuk DM lalu kirim link personal | Hindari menyebar 1 link untuk banyak orang jika nominal berbeda |
Tips praktis: buat satu link untuk satu pesanan dengan nominal spesifik, bukan satu link umum untuk semua pembeli. Dengan begitu setiap pembayaran terpetakan ke pesanan yang tepat dan rekonsiliasi Anda tetap bersih.
Metode Pembayaran: QRIS dan Virtual Account
Di halaman checkout, pelanggan bisa memilih dua metode utama:
- QRIS — pembeli memindai kode dari aplikasi bank atau e-wallet apa pun yang mendukung QRIS. Praktis untuk nominal kecil-menengah dan pembayaran cepat dari ponsel. Jika Anda ingin memahami dasarnya, baca cara kerja QRIS.
- Virtual Account (VA) — pembeli mendapat nomor rekening khusus untuk ditransfer. Cocok untuk pelanggan yang terbiasa transfer via mobile/internet banking, terutama nominal lebih besar. Penjelasan lengkap ada di apa itu Virtual Account.
Keduanya bekerja lewat mitra berlisensi Bank Indonesia, sehingga pelanggan Anda membayar melalui kanal yang sudah familiar. Ingat batas waktunya: QRIS 60 menit, VA 24 jam. Setelah lewat, link otomatis kedaluwarsa dan Anda bisa membuat yang baru bila pelanggan masih ingin membayar. Untuk aturan limit nominal, berlaku ketentuan yang ditetapkan regulator dan bank penerbit—selalu ikuti ketentuan yang berlaku.
Memantau Pembayaran: Dashboard dan Webhook
Ada dua cara memantau pembayaran, dan keduanya bisa Anda pakai bersamaan.
Lewat Dashboard
Untuk penjual yang menagih secara manual, dashboard sudah cukup. Setiap link menampilkan statusnya—menunggu, lunas, atau kedaluwarsa—beserta tanggal dan detail transaksi. Anda cukup memantau daftar tagihan tanpa perlu integrasi teknis apa pun.
Lewat Webhook (untuk yang punya sistem)
Jika Anda punya aplikasi, spreadsheet otomatis, atau sistem pencatatan sendiri, webhook membuat status pembayaran mengalir otomatis ke sistem Anda. Setiap kali ada perubahan, BorderPay mengirim notifikasi berisi event seperti payment.paid, payment.expired, atau payment.failed.
Beberapa hal penting soal webhook:
- Notifikasi ditandatangani HMAC. Verifikasi tanda tangan di sisi Anda untuk memastikan pesan benar-benar berasal dari BorderPay, bukan pihak lain.
- Terapkan idempotensi. Simpan ID event yang sudah diproses agar pesan yang sama tidak dihitung dua kali. Praktik ini dibahas di idempotency API pembayaran.
- Ada log dan kirim ulang. Jika endpoint Anda sempat down, pengiriman ulang membantu memastikan status tetap tersinkron.
Detail teknis lengkap—format payload, contoh verifikasi tanda tangan, dan cara menguji—tersedia di dokumentasi serta artikel webhook pembayaran.
Setelah Pembayaran: Settlement dan Penarikan
Setelah pelanggan membayar, dana tidak langsung bisa ditarik saat itu juga. Ada jeda settlement: dana tertahan sebentar lalu tersedia sesuai jadwal per metode pembayaran, mengikuti hari kerja dan melewati akhir pekan serta libur nasional. Status dan tanggal ketersediaan dana tampil jelas di dashboard, jadi Anda tahu kapan saldo bisa ditarik.
Penarikan saldo dilakukan otomatis ke rekening bank Indonesia Anda. Ada biaya per penarikan; jika penarikan gagal, saldo dikembalikan penuh ke akun Anda. Rincian biaya, termasuk biaya penarikan, dapat Anda cek di halaman pricing.
Rangkuman
Menjual di WhatsApp dan Instagram tidak harus berarti mengejar bukti transfer manual. Dengan payment link, Anda mengubah percakapan menjadi transaksi rapi: satu URL, pelanggan memilih QRIS atau VA, dan status tercatat otomatis di dashboard maupun webhook. Alur ini berjalan di atas mitra Payment Gateway berlisensi Bank Indonesia, tanpa biaya pendaftaran atau langganan—biaya hanya saat ada transaksi.
Langkah paling aman: coba dulu seluruh alur di mode test agar Anda paham cara kerjanya, lalu selesaikan KYC untuk mulai menerima uang sungguhan. Anda bisa mulai dengan mendaftar, membaca pertanyaan umum di FAQ, atau langsung mengecek rincian biaya di pricing.