BorderPay← Blog

Blog

Biaya Terima E-Wallet untuk Merchant

Oleh Admin5 mnt baca

Bagian dari topik: E-Wallet & Dompet Digital untuk Merchant

Biaya Terima E-Wallet untuk Merchant
Foto: Ivan S / Pexels

E-wallet seperti dompet digital sudah jadi bagian tak terpisahkan dari cara masyarakat Indonesia berbelanja. Bagi merchant, menerima e-wallet membuka akses ke jutaan pengguna yang lebih suka membayar tanpa kartu atau uang tunai. Namun di balik kemudahan itu, ada pertanyaan yang sering diabaikan sampai laporan keuangan tiba: berapa sebenarnya biaya menerima e-wallet, dan siapa yang menanggungnya? Artikel ini membedah struktur biaya terima e-wallet untuk merchant secara jujur, agar Anda bisa menghitung dampaknya ke margin dan mengambil keputusan yang tepat.

Komponen Biaya Terima E-Wallet

Ketika pelanggan membayar Rp100.000 lewat e-wallet, jumlah yang masuk ke rekening Anda biasanya lebih kecil. Selisihnya adalah biaya layanan. Komponen utamanya:

  • MDR (Merchant Discount Rate). Ini adalah persentase yang dipotong dari setiap transaksi sebagai imbalan atas layanan pemrosesan pembayaran. Besarnya bervariasi tergantung metode dan penyedia.
  • Biaya tetap per transaksi. Sebagian skema menambahkan nominal tetap (misalnya beberapa ratus rupiah) di luar persentase MDR.
  • Biaya penyelesaian dana (settlement). Beberapa penyedia mengenakan biaya saat dana ditarik atau dipindahkan ke rekening bank Anda.

Untuk memahami konsep MDR lebih dalam beserta cara kerjanya di berbagai metode, MDR dan biaya payment gateway memberi gambaran menyeluruh yang berlaku juga untuk e-wallet.

Yang perlu dipahami sejak awal, biaya ini bukan pungutan sembarangan. Ada rantai pihak yang bekerja di balik setiap transaksi: penyedia e-wallet, jaringan pembayaran, penyedia gateway, dan infrastruktur yang menjaga transaksi tetap aman dan real-time. Biaya yang Anda bayar adalah imbalan atas seluruh rantai layanan itu, sekaligus jaminan bahwa dana benar-benar diterima tanpa Anda perlu membangun sistemnya sendiri.

Mengapa Biaya E-Wallet Berbeda dari QRIS

Menariknya, membayar dari e-wallet yang sama bisa dikenai biaya berbeda tergantung "jalur" yang dipakai. E-wallet bisa diterima melalui setidaknya dua jalur:

  • Melalui QRIS. Ketika pelanggan membayar dengan memindai QRIS memakai aplikasi e-wallet mereka, tarifnya mengikuti skema MDR QRIS yang ditetapkan regulator, dan cenderung seragam antar-penyedia.
  • Melalui integrasi langsung e-wallet. Ketika Anda mengintegrasikan channel e-wallet secara khusus (misalnya tombol bayar dengan dompet tertentu), tarifnya ditentukan skema masing-masing penyedia dan bisa berbeda dari QRIS.

Karena itu, banyak merchant kecil memilih menerima e-wallet lewat QRIS saja demi kesederhanaan dan tarif yang lebih mudah diprediksi. Untuk gambaran biaya QRIS secara khusus, lihat biaya QRIS merchant. Jika Anda ingin memahami cara teknis menerima e-wallet, panduan cara menerima e-wallet membahas opsinya.

Menerima e-wallet lewat QRIS juga menyederhanakan operasional Anda: satu kode QR menjangkau hampir semua aplikasi pembayaran populer, sehingga Anda tidak perlu memasang banyak tombol atau mengintegrasikan tiap dompet satu per satu. Sebaliknya, integrasi channel e-wallet khusus mungkin masuk akal bila Anda ingin pengalaman checkout yang lebih terintegrasi di dalam aplikasi sendiri, atau membutuhkan fitur tertentu yang hanya tersedia lewat jalur langsung. Pilihan ini pada akhirnya adalah trade-off antara kesederhanaan dan kontrol, dan keduanya membawa struktur biaya yang berbeda.

Siapa yang Menanggung Biaya

Ini keputusan bisnis yang penting dan sering luput dipikirkan. Ada dua pilihan umum:

  • Merchant menanggung biaya (borne by merchant). Pelanggan membayar persis harga yang tertera, dan biaya dipotong dari dana yang Anda terima. Pengalaman pelanggan paling mulus, tetapi margin Anda berkurang.
  • Pelanggan menanggung biaya (borne by customer). Biaya ditambahkan di atas harga produk sehingga dana yang Anda terima utuh. Margin terjaga, tetapi total yang dibayar pelanggan jadi lebih tinggi dan bisa menimbulkan friksi.

Tidak ada jawaban benar mutlak. Bisnis dengan margin tipis mungkin memilih membebankan biaya ke pelanggan, sementara bisnis yang ingin konversi maksimal memilih menanggungnya sendiri. Yang penting, hitung dampaknya secara sadar, bukan kaget di akhir bulan.

Satu catatan regulasi yang perlu diketahui: untuk QRIS, ketentuan menegaskan bahwa biaya MDR ditanggung merchant dan tidak boleh dibebankan kepada konsumen dengan menaikkan harga khusus untuk pembayar QRIS. Karena itu, keleluasaan memindahkan biaya ke pelanggan lebih berlaku pada channel e-wallet tertentu di luar QRIS, bukan pada QRIS itu sendiri. Mengetahui batasan ini penting agar Anda tidak menetapkan kebijakan harga yang melanggar aturan.

Menghitung Dampak Biaya ke Margin

Mari gunakan contoh sederhana. Misalkan produk Anda dijual Rp50.000 dengan modal Rp35.000, sehingga margin kotor Rp15.000. Jika biaya e-wallet 1,5 persen, potongannya Rp750 per transaksi. Terlihat kecil, tetapi:

  • Pada 1.000 transaksi per bulan, biaya totalnya Rp750.000.
  • Jika margin per transaksi tipis, persentase ini bisa memakan bagian yang berarti dari keuntungan.

Beberapa langkah praktis mengelola biaya:

  • Ketahui tarif efektif Anda, bukan hanya angka yang tercantum. Hitung total biaya dibagi total transaksi untuk melihat tarif sesungguhnya.
  • Bandingkan lintas metode. Kadang mengarahkan pelanggan ke metode berbiaya lebih rendah (misalnya QRIS dibanding channel tertentu) menghemat cukup banyak.
  • Perhatikan biaya penarikan dana. Frekuensi penarikan yang terlalu sering bisa menambah biaya settlement. Pahami dulu bagaimana settlement pembayaran memengaruhi arus kas Anda.

Kuncinya adalah transparansi terhadap diri sendiri: biaya pembayaran adalah biaya operasional yang wajar, selama Anda mengelolanya dengan sadar dan memasukkannya ke dalam perhitungan harga.

Jangan pula menilai metode pembayaran semata dari angka biayanya. E-wallet sering membawa nilai tambah yang sulit diukur dalam persentase: tingkat penyelesaian pembayaran yang tinggi karena pelanggan sudah punya saldo, checkout yang cepat, hingga akses ke segmen pengguna yang jarang memakai kartu atau transfer bank. Kadang metode berbiaya sedikit lebih tinggi justru menghasilkan lebih banyak transaksi selesai, sehingga secara total lebih menguntungkan. Ukurlah dampaknya pada pendapatan bersih, bukan hanya pada tarif per transaksi.

Posisi BorderPay soal Biaya E-Wallet

BorderPay adalah lapisan teknologi (software) di atas mitra Payment Gateway yang berlisensi Bank Indonesia; pemrosesan dan penyimpanan dana dilakukan oleh mitra berlisensi. Karena itu, tarif dasar untuk metode seperti QRIS mengikuti ketentuan yang ditetapkan regulator dan mitra berizin, sementara BorderPay menyediakan lapisan software agar Anda bisa mengatur metode pembayaran, memilih siapa yang menanggung biaya, dan melihat rincian potongan secara jelas. Kami berupaya menampilkan biaya seapa adanya, tanpa menyembunyikan potongan.

Menerima e-wallet adalah cara efektif memperluas jangkauan pelanggan, dan biayanya bukan sesuatu yang perlu ditakuti selama Anda memahaminya. Hitung tarif efektif, tentukan siapa yang menanggung, lalu masukkan ke strategi harga Anda. Jika Anda menginginkan platform yang menampilkan struktur biaya dengan jujur, BorderPay siap membantu Anda menerima e-wallet dengan gambaran yang jelas sejak awal.

Siap menerima pembayaran?

Coba integrasi & mode test gratis sejak hari pertama.

Daftar gratis →